Jakarta Pemerintah AS telah mentransfer 58.742 Bitcoin (BTC), senilai hampir USD 4 juta atau Rp 64,8 miliar ke Coinbase pada Senin, 22 Juli 2024. Temuan itu berdasarkan data yang dilacak oleh perusahaan analisis blockchain, Arkham Intelligence.
Mengutip Coindesk, Selasa (23/7/2024) transfer tersebut berasal dari alamat berlabel Pemerintah AS: Dana Sita Ryan Farace dan mengidentifikasi onchain sebagai 3B2jEBZi8fJWGEDrh6Pe7hDMaJ6iGfFtaU.
Dana tersebut disita tiga tahun lalu dari Ryan Farace, yang menghadapi tuntutan pengadilan pada tahun 2018 karena menjual pil Xanax di situs web gelap.
Kemudian ayah Ryan, Joseph Farace, juga dihukum terkait pencucian dan memperdagangkan hasil Bitcoin yang dimaksudkan untuk penyitaan federal.
Departemen Kehakiman AS akhirnya memulihkan 2.933 BTC dari ayah dan anak tersebut dan mengumumkan niatnya untuk melikuidasi kepemilikan mereka pada Januari 2024.
Menurut data Coingecko, pergerakan dana terbaru mungkin merupakan langkah yang bertujuan untuk likuidasi, telah mengosongkan alamat dana yang disita Ryan Farace dan mewakili kurang dari 1% dari volume perdagangan 24 jam Bitcoin berjumlah lebih dari USD 35 miliar atau sekitar Rp 567,9 triliun.
Dengan demikian, potensi likuidasi dana melalui Coinbase kemungkinan besar tidak akan berdampak negatif terhadap harga di pasar spot secara signifikan, seperti yang terjadi pada penjualan besar-besaran BTC baru-baru ini oleh negara bagian Saxony di Jerman.
Dilaporkan, Saxony menjual 49.858 Bitcoin antara 19 Juni dan 12 Juli 2024, mendorong harga spot token USD 53,500 pada satu titik.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. www.wmhg.org tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.