Jakarta – Kurang dari seminggu setelah mengalami peretasan besar-besaran yang mengakibatkan kerugian lebih dari USD 1,4 miliar atau setara Rp 22,8 miliar (asumsi kurs Rp 16.350 per dolar AS), CEO Bybit, Ben Zhou, mengumumkan langkah tegas untuk membalas serangan yang dilakukan oleh Lazarus Group, kelompok peretas yang berafiliasi dengan Korea Utara.
Dalam unggahan di X, Zhou mengajak seluruh pengguna dan perusahaan kripto untuk bekerja sama dalam melacak serta memulihkan dana yang telah dicuri. Selain itu, ia juga meluncurkan situs web khusus yang menawarkan hadiah hingga 10% dari total dana yang dicuri atau sekitar USD 140 juta atau setara Rp 2,2 triliun bagi siapa saja yang berhasil membantu mencegat aset tersebut.
“Kami telah menugaskan tim untuk terus memperbarui informasi ini. Kami tidak akan berhenti sampai Lazarus atau pelaku jahat di industri ini disingkirkan,” kata Zhou, dikutip dari Coinmarketcap, Rabu (26/2/2025).
Zhou juga menyatakan inisiatif ini nantinya akan diperluas untuk membantu korban lain yang mengalami serangan serupa dari Lazarus Group.
Bybit Pulihkan Dana dan Jaga Operasional Tetap Stabil
Meskipun mengalami peretasan pada 21 Februari, Bybit memastikan semua aset pengguna telah diganti sepenuhnya. Bursa ini tetap mempertahankan dukungan 1:1 terhadap dana klien dan menjaga operasional tetap berjalan tanpa gangguan besar, termasuk memproses penarikan dana pelanggan tanpa hambatan.
Menurut penyelidik blockchain ZachXBT, serangan terhadap Bybit melibatkan pencurian berbagai aset kripto, termasuk Ethereum (stETH), Mantle Staked ETH (mETH), dan token ERC-20 lainnya yang dipertaruhkan. Ia juga menemukan indikasi peretasan ini memiliki kaitan dengan serangan sebelumnya terhadap bursa BingX dan Phemex. Atas penyelidikannya, ZachXBT menerima hadiah sebesar 50.000 ARKM.