Jakarta – Pada 25 Maret, dewan direksi GameStop menyetujui investasi dalam Bitcoin dan stablecoin yang dipatok pada dolar AS, menggunakan dana hasil penawaran utang konversi dan cadangan kas perusahaan.
GameStop Corporation (GME), pengecer video game, telah menyelesaikan penawaran utang konversi yang berhasil mengumpulkan dana sebesar USD 1,5 miliar. Sebagian dari dana ini akan digunakan untuk membeli Bitcoin. Awalnya, GameStop menargetkan untuk mengumpulkan setidaknya USD 1,3 miliar, tetapi para investor memutuskan untuk menambahkan USD 200 juta lebih banyak, menurut laporan perusahaan yang diajukan ke Securities and Exchange Commission pada 1 April.
BACA JUGA:GameStop Berencana Terjun ke Dunia Kripto, Saham Perusahaan Naik Drastis
Baca Juga
-
GameStop Bakal Jadikan Bitcoin Cadangan Aset Perusahaan
-
Bos GameStop Tambah Kepemilikan Saham di Alibaba Jadi Rp 16,3 Triliun
-
GameStop Mau Investasi Bitcoin, Pengamat: Bisa Hancur Karena Terlalu Mahal
Perusahaan berencana menggunakan hasil bersih dari penawaran ini untuk keperluan umum perusahaan, termasuk akuisisi Bitcoin sesuai dengan Kebijakan Investasi Perusahaan, kata GameStop, dikutip dari Cointelegraph, Rabu (2/4/2025).
Utang konversi ini dapat diubah menjadi saham perusahaan di masa depan dan akan jatuh tempo pada 1 April 2030, kecuali jika dikonversi lebih awal, ditebus, atau dibeli kembali. Menurut laporan tersebut, tingkat konversi awal adalah 33 lembar saham biasa per USD 1.000 nilai pokok utang.
Dampak terhadap Harga Saham
Setelah penggalangan dana selesai, harga saham GameStop tidak mengalami perubahan signifikan. Pada 1 April, harga saham GME naik 1,34% menjadi USD 22,61 dan hanya mengalami kenaikan tambahan 0,5% setelah jam perdagangan, menurut data dari Google Finance.
Sentimen positif dari investor sempat mendorong harga saham naik hampir 12% menjadi USD 28,36 pada 26 Maret, sehari setelah GameStop mengumumkan rencana investasinya dalam Bitcoin. Namun, keesokan harinya, harga sahamnya turun drastis hampir 24% menjadi USD 21,68.
Para analis mengatakan bahwa penurunan ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap masalah mendasar dalam model bisnis GameStop.