Jakarta – Sempat menjadi pusat spekulasi digital, pasar NFT terus mengalami kemunduran seiring dengan mundurnya platform-platform besar, termasuk Bybit.
Bybit mengumumkan bahwa mereka akan menutup pasar NFT mereka, menambah daftar panjang perusahaan kripto yang meninggalkan sektor aset digital yang sebelumnya ramai diperbincangkan. Keputusan ini diambil saat Bybit masih menghadapi dampak dari peretasan yang terjadi lima minggu lalu.
Dalam pernyataan pada 1 April, Bybit mengatakan bahwa mereka akan menghentikan layanan Pasar NFT, Pasar Inscription, dan halaman produk IDO sebagai bagian dari upaya penyederhanaan layanan mereka.
Platform ini tidak akan bisa diakses mulai 8 April, dan pengguna disarankan untuk mengelola aset mereka sebelum batas waktu tersebut. Penutupan terjadi setelah peretasan besar pada Februari yang mengakibatkan kerugian sebesar USD 1,4 miliar—pencurian kripto terbesar yang pernah terjadi. FBI menyebut serangan ini dilakukan oleh Korea Utara.
Bybit bukan satu-satunya perusahaan yang menutup pasar NFT mereka. Sebelumnya, beberapa pemain besar di industri ini juga mengambil langkah serupa. Awal pekan ini, X2Y2 mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan operasinya setelah mencatat volume perdagangan sebesar USD 5,6 miliar selama masa aktifnya.
Penurunan volume perdagangan NFT sebesar 90% dari puncaknya di tahun 2021 tentu menjadi salah satu penyebab utama. Namun yang lebih penting, keberlangsungan pasar sangat bergantung pada efek jaringan. Kami telah berjuang keras untuk menjadi yang terbaik, tetapi setelah tiga tahun, sudah waktunya untuk melangkah ke arah baru, kata kata X2Y2, dikutip dari DeCrypt, Rabu (2/4/2025).