Jakarta – Perusahaan pengembang hotel di Jepang yang kemudian beralih menjadi perusahaan modal vetura, Metaplanet, berencana untuk mengakuisisi 21.000 Bitcoin (BTC) hingga akhir 2026. Modal yang disiapkan untuk akuisisi tersebut tak main-main.
Bloomberg menyebut Metaplanet sebagai perusahaan penimbun bitcoin dan Financial Times mengatakan Metaplanet adalah peniru Microstrategy. Namun perusahaan ini lebih suka menggambarkan dirinya sebagai: perusahaan dengan saham berkinerja terbaik di seluruh dunia.
Dikutip dari bitcoin.com, Selasa (11/2/2025), sebelum 2024, Metaplanet adalah pengembang hotel yang tengah berjuang untuk tetap hidup. Perusahaan ini telah merugi enam tahun berturut-turut.
Menurut laporan dari Financial Review, CEO Metaplanet Simon Gerovich, seorang warga Australia, mendengar tentang pendekatan keuangan yang dijalankan Microstrategy dengan mengumpulkan Bitcoin.
Dalam sebuah episode podcast, Chairman Microstrategy, Michael Saylor mengatakan bahwa perusahaan terus mengakumulasikan pembelian Bitcoin karena aset ini sangat berguna.
Mulai Beli Bitcoin akhir 2024
Metaplanet mengadopsi strategi yang dijalankan oleh Saylor pada April lalu dan pada akhir 2024. Dampaknya, laba bersih Metaplanet langsung melonjak dari kerugian 683 juta yen (Rp 73 miliar) menjadi laba 6,4 miliar yen (Rp 689 miliar). Dengan kenyataan ini, harga saham jadi naik 3.600% dalam dua belas bulan.
Sekarang, mengingat hasil yang luar biasa tersebut, Metaplanet saat ini sudah memiliki 1.762 Bitcoin (BTC). Angka ini diklaim paling banyak dibanding perusahaan lain di Asia yang sahamnya diperdagangkan di publik.
Ke depan, perusahaan ini akan menggandakan strategi Bitcoin-nya dan berkomitmen untuk membeli 21.000 BTC hingga akhir 2026.
“Pada 2024, Metaplanet mengejar strategi bitcoin yang terfokus dan memiliki keyakinan tinggi, menjadi saham dengan kinerja terbaik di seluruh dunia,” tulis perusahaan tersebut dalam laporan keuangan 2024.
“Tidak ada perusahaan lain yang bergerak lebih cepat atau lebih tegas menuju standar Bitcoin. Metaplanet kini menjadi pemegang bitcoin publik terbesar di Asia dan salah satu dari 15 pemegang teratas secara global.”