Jakarta – Presiden Uni Emirat Arab (UEA), Sheikh Mohamed bin Zayed bin Sultan Al Nahyan (MbZ), baru-baru ini bertemu dengan David Sacks, Penasihat Khusus Amerika Serikat untuk Kecerdasan Buatan (AI) dan Mata Uang Kripto.
Dalam pertemuan yang berlangsung pada 21 Maret tersebut, mereka membahas dampak besar teknologi AI di berbagai sektor serta peran kripto dalam membentuk kembali sistem keuangan global.
MbZ mengunggah foto pertemuan itu di platform media sosial X dan menyampaikan bahwa diskusi mereka mencakup efek transformatif kecerdasan buatan di berbagai sektor, peran mata uang digital yang semakin luas dalam membentuk kembali sistem keuangan, dan peluang investasi yang muncul saat mata uang digital berkembang.
Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi dan strategi visioner dalam menghadapi pesatnya kemajuan teknologi.
Seiring dengan percepatan kemajuan teknologi, mendorong kolaborasi dan mengadopsi strategi berwawasan ke depan tetap menjadi pilar penting untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan mencapai dampak jangka panjang, kata MbZ, dikutip dari Yahoo Finance, Senin (24/3/2025).
Investasi UEA di AS Mencapai USD 1,4 Triliun
Pertemuan ini berlangsung di tengah pengumuman Uni Emirat Arab (UEA) mengenai rencana investasi senilai USD 1,4 triliun yang akan digelontorkan selama satu dekade ke depan di Amerika Serikat.
Investasi ini difokuskan pada sektor-sektor utama, termasuk infrastruktur kecerdasan buatan, semikonduktor, energi, dan manufaktur.
Menurut Reuters, Energy Capital Partners (AS) dan ADQ, sebuah dana investasi UEA, telah berkomitmen sebesar USD 25 miliar untuk pengembangan infrastruktur energi dan pusat data di Amerika Serikat.