Jakarta – Pasar kripto diperkirakan mengalami penurunan yang signifikan dalam dua bulan ke depan, dengan peluang mencapai titik terendah sekitar 70% sebelum Juni, menurut Aurelie Barthere, analis riset utama di Nansen.
Penurunan ini sangat dipengaruhi oleh ketidakpastian yang timbul dari negosiasi tarif global, khususnya tarif impor yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Pada 2 April, Trump mengumumkan langkah-langkah tarif untuk mengatasi defisit perdagangan sebesar USD 1,2 triliun dan mendorong peningkatan manufaktur domestik. Namun, keputusan ini menambah ketidakpastian di pasar keuangan global.
Suasana diskusi perdagangan yang sedang berlangsung akan sangat mempengaruhi kapan pasar kripto akan mencapai titik terendah, ujar Barthere, dikutip dari Yahoo Finance, Kamis (3/4/2025).
Pasar Kripto Masih Stagnan
Menurut penelitian Nansen, ada peluang 70% pasar kripto akan mencapai titik terendahnya antara sekarang dan Juni. Saat ini, Bitcoin dan Ethereum diperdagangkan 15% dan 22% lebih rendah dari harga tertinggi mereka tahun ini.
Pasar digital dan tradisional saat ini masih stagnan, membuat investor lebih hati-hati dalam mengambil keputusan. Bitcoin, misalnya, saat ini terjebak di kisaran USD 82.000 atau setara Rp 1,35 miliar (asumsi kurs Rp 16.560 per dolar AS), dengan pedagang mengharapkan adanya terobosan di atas USD 84.500 atau setara Rp 1,39 miliar untuk menciptakan momentum positif.
Dukungan untuk Bitcoin terlihat pada USD 82.000, sementara beberapa analis melihat potensi kenaikan menuju USD 86.500 atau bahkan USD 90.000 jika sentimen pasar membaik, tambah Barthere.