Jakarta – Tak sedikit banyak orang menganggap passive income hanya bisa didapatkan melalui investasi di saham, obligasi, atau properti. Namun, ada cara lain yang tidak kalah menarik dan bisa dilakukan oleh siapa saja, yakni melalui penciptaan karya.
Perencana Keuangan Andy Nugroho menuturkan, berbagai bentuk kreativitas dapat menjadi sumber passive income yang menjanjikan.
Menurut Andy, konsep passive income dari karya ini memungkinkan seseorang untuk tetap mendapatkan penghasilan dari sesuatu yang telah diciptakan sebelumnya.
Misalnya, kita menciptakan suatu produk atau karya yang bisa memberikan royalti secara berkelanjutan. Ini adalah bentuk passive income yang sangat menarik karena cukup dilakukan sekali, tetapi bisa menghasilkan dalam jangka panjang, ujar Andy kepada www.wmhg.org.
Salah satu contoh yang paling umum adalah dalam industri musik. Seorang musisi atau pencipta lagu bisa terus mendapatkan royalti setiap kali karyanya diputar di berbagai platform, seperti radio, televisi, atau layanan streaming musik.
Kalau kita membuat lagu dan lagu itu dinyanyikan atau digunakan dalam iklan atau film, kita akan terus mendapatkan royalti tanpa harus bekerja lagi, tambahnya.
Selain musik, dunia literasi juga menawarkan peluang passive income yang besar. Seorang penulis bisa mendapatkan royalti dari buku yang diterbitkan, baik dalam bentuk fisik maupun digital.
Saat ini, penjualan e-book juga semakin populer. Jadi, siapa saja bisa menulis dan menerbitkan buku tanpa harus melalui penerbit konvensional.
“Setiap kali ada yang membeli buku kita, kita akan mendapatkan penghasilan pasif, ungkap Andy.