Jakarta – Vietnam dikhawatirkan menjadi salah satu negara yang rentan terkena dampak kebijakan baru tarif impor Amerika Serikat.
Mengutip US News, Selasa (25/2/2025) pada 2024 lalu ekspor barang Vietnam ke AS mencapai 30% dari produk domestik brutonya atau sebesar USD 468 miliar atau Rp7,6 kuadriliun, yang merupakan pangsa tertinggi di antara mitra dagang utama AS.
Tahun lalu, dengan nilai ekspor barang senilai USD 142,4 miliar, Vietnam menjadi eksportir terbesar keenam ke AS setelah Meksiko, Tiongkok, Kanada, Jerman, dan Jepang, menurut statistik perdagangan komoditas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Sementara itu, Meksiko mengirim barang tiga kali lebih banyak daripada Vietnam ke AS, dengan total nilai ekspornya mencapai 27,6% dari PDB-nya yang lebih besar.
Sebagai perbandingan, ekspor China ke AS bernilai 2,5% dari PDB-nya, dan Jepang 3,7%.
Kerentanan Vietnam diperparah oleh ketidakseimbangan perdagangan yang besar saat pejabat AS mempelajari tarif timbal balik global, yang telah diamanatkan oleh Presiden AS Donald Trump untuk disiapkan pada bulan April mendatang.
Ekspor Vietnam yang sedang berkembang pesat, dikombinasikan dengan impor terbatas dari AS, menjadikannya mitra AS dengan surplus perdagangan terbesar keempat tahun lalu, lebih rendah dari China, 27 negara anggota UE, dan Meksiko, menurut data perdagangan AS.
Vietnam sempat mengalami lonjakan investasi asing setelah pemerintahan pertama Donald Trump memasuki masa perang dagang dengan China pada tahun 2018, karena perusahaan multinasional asing memindahkan pabrik dari China ke negara tetangganya di selatan untuk menghindari tarif.
Selain itu, Vietnam juga menjadi tuan rumah operasi utama Samsung Electronics dari Korea Selatan dan produsen kontrak Foxconn Taiwan.
Apple, pembuat chip Intel, dan raksasa alas kaki dan pakaian Nike termasuk di antara perusahaan AS yang bertaruh pada Vietnam sebagai pusat produksi barang yang sering diekspor ke AS.
Arus masuk investasi manufaktur yang besar telah mengubah Vietnam menjadi simpul utama dalam rantai pasokan global dan secara signifikan meningkatkan hubungan ekonominya dengan AS.