Jakarta – Lulu Hypermarket belakangan ini ramai diperbincangkan setelah kabar penutupan gerainya mencuat. Kondisi rak-rak yang mulai kosong di beberapa lokasi semakin memperkuat spekulasi jaringan ritel ini tengah menghadapi masa sulit.
Berdasarkan informasi yang diperoleh www.wmhg.org dari berbagai sumber, saat ini, gerai Lulu hanya menjual sisa stok yang masih tersedia.
Namun, siapa sosok di balik Lulu Hypermarket?
Pemiliknya adalah Yusuff Ali, seorang pengusaha asal Timur Tengah yang telah membangun kerajaan ritelnya selama puluhan tahun. Dikutip dari laman Forbes pada Kamis (3/4/2025), Yusuff Ali kini memimpin LuLu Retail dengan total pendapatan mencapai USD 7,3 miliar atau setara dengan Rp 121,63 triliun (dengan kurs Rp 16.662).
Hingga kini, jaringan ritel ini telah memiliki 240 hypermarket, supermarket, dan pusat perbelanjaan yang tersebar di berbagai lokasi. Dengan kesuksesannya itu, kekayaan bersih Yusuff Ali mencapai USD 5,6 miliar atau sekitar Rp 93,30 triliun. Jumlah tersebut menempatkannya di urutan 616 orang terkaya di dunia dan menjadikannya salah satu dari 39 orang terkaya di India.
Perjalanan Bisnis Lulu Hypermarket
Yusuff Ali memulai perjalanannya di dunia ritel dengan membuka supermarket pertama Lulu Hypermarket di Abu Dhabi pada usia 34 tahun. Konsep yang ditawarkannya saat itu cukup revolusioner, yakni menyediakan berbagai macam produk, mulai dari bahan makanan hingga barang elektronik, dengan harga yang bersaing.
Ia melihat peluang besar di UEA, di mana belum banyak gerai ritel berkualitas yang dapat memenuhi kebutuhan ekspatriat yang jumlahnya terus meningkat. Dengan strategi yang matang, ia pun mengembangkan Lulu Hypermarket menjadi salah satu jaringan ritel terbesar di kawasan tersebut.