Jakarta Industri keramik nasional akhirnya dapat bernafas lega setelah dikeluarkannya Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 76K/2025 tentang Perpanjangan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) untuk tujuh sektor industri dan berlaku selama 5 tahun ke depan.
Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) sangat mengapresiasi kebijakan pemerintah tersebut, dimana sangat dibutuhkan untuk menjaga dan meningkatkan daya saing industri keramik nasional.
Disamping itu, kebijakan tersebut juga mampu memberikan kepastian usaha serta iklim berinvestasi yang baik, sekaligus menarik masuknya investasi baru.
Perpanjangan HGBT bagi industri keramik nasional adalah game changer yang telah terbukti selama tahun 2020-2024 berhasil mendorong peningkatan daya saing dan resiliensi industri keramik nasional dimana pada periode tersebut industri keramik memasuki zona ekspansif, terjadi penambahan kapasitas produksi baru ubin keramik sekitar 90 juta m2 dan investasi dua pabrik sanitary/kloset dari penanaman modal asing (PMA) dengan semua total keseluruhan berkisar Rp 20 triliun sampai Rp 23 triliun dengan penyerapan tenaga kerja baru sekitar 15.000 orang, kata Ketua Umum Asaki, Edy Suyanto. Minggu (2/3/2025).
Menurutnya, kehadiran Kepmen ESDM No. 76K/2025 dipastikan akan memberikan multiplier effect positif yang besar, dimana langsung disambut oleh Asaki dengan melanjutkan kembali ekspansi tahap kedua yang sebelumnya sempat tertahan dengan segera melakukan penambahan kapasitas ubin keramik sebesar 45 juta m2 dengan total investasi sekitar Rp 4 triliun.
Investasi tersebut akan menyerap 5.000 tenaga kerja baru dan ditargetkan rampung paling lambat di semester kedua tahun 2026, terangnya.