Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyampaikan kondisi Jalan Pantura di wilayah Jawa Barat hingga Jawa Tengah dalam kondisi baik, meskipun masih terdapat beberapa titik yang mulai bergelombang.
Temuan itu didapatnya usai menyusuri jalur Pantai Utara Jawa (Pantura) dari Cikampek hingga Semarang, guna memastikan kesiapan infrastruktur dalam mendukung arus mudik dan balik Lebaran 2025.Â
Tapi memang sudah kita sudah kita anggarkan untuk melakukan preservasi menengah hingga berat tergantung kondisi jalannya. Semua posko telah disiapkan dengan alat berat dan alat tambal cepat, untuk memastikan lubang-lubang yang muncul bisa segera ditangani, kata Dody dalam keterangan tertulis, Sabtu (29/3/2025).
Meskipun sudah melewati H-10, ia menambahkan, tetapi jika ditemukan lubang baru akan segera dilakukan penanganan. Itu bakal dilakukan saat volume lalu lintas tidak terlalu padat agar tidak mengganggu arus perjalanan pemudik.
Jalan nasional ini punya batas tonase maksimal 10 ton, dengan asumsi tidak ada over dimension dan overload (ODOL). Namun begitu ada kendaraan yang lewat melebihi batas tersebut, kami akan sarankan untuk menggunakan jalan tol, ujar Dody.Â
Menurut dia, hal ini penting untuk mengurangi beban APBN yang harus menanggung biaya perbaikan jalan nasional akibat kendaraan ODOL alias berlebih muatan.
Harusnya perbaikan dilakukan 6 bulan atau setahun sekali. Tapi jika kendaraan ODOL tetap melintas, jarak waktu perbaikan akan semakin pendek. Kalau dibiarkan, berisiko menimbulkan kecelakaan, terutama bagi pengendara motor yang mendominasi volume kendaraan di Indonesia, paparnya.
Ia menyebut penanganan masalah ODOL perlu melibatkan kementerian terkait, seperti Kementerian Bidang Perekonomian, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian PU untuk merumuskan solusi terbaik secara komprehensif.