Jakarta – Jelang Lebaran, berbagai masalah terkait transportasi mudik kembali menjadi sorotan. Salah satunya adalah maraknya iklan atau tawaran dari calo yang mengaku bisa menyediakan tiket mudik dengan cara instan, termasuk tiket kereta api.
Pengamat Transportasi Darmaningtyas mengimbau masyarakat agar tidak percaya dengan modus fenomena calo digital tiket mudik menjelang Lebaran, yang viral di media sosial.
Menurut Darmaningtyas, fenomena calo tiket mudik, terutama untuk kereta api, tidak mungkin terjadi. Hal ini dikarenakan proses pemesanan tiket kereta api yang kini menggunakan sistem online yang sangat ketat. Tiket yang dipesan melalui sistem ini akan terikat dengan nama, alamat, dan nomor telepon yang terverifikasi, bahkan identitas seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK) sekalipun.
Kalau kereta ya enggak bisa ada calo, Karena kereta itu pesennya lewat online By name By address By phone. Jadi saya kira enggak ada , justru masyarakat harus hati-hati jangan terkecoh oleh oknum-oknum yang mengaku bisa mendapatkan tiket kereta, kata Darmaningtyas kepada www.wmhg.org, Jumat (14/2/2025).
Darmaningtyas juga menambahkan meskipun pembelian tiket kereta api untuk rombongan tertentu dapat dipesan lebih dari satu orang, prosesnya tetap mengikuti prosedur yang sama, yaitu berdasarkan data yang sudah terkonfirmasi. Ini membuat kemungkinan adanya calo atau penjual tiket ilegal semakin kecil.
Sekarang itu jelas enggak mungkin. Kecuali rombongan, rombongan pun tetap akan by name, By NIK, By phone. Jadi, tetap akan terkonfirmasi dengan NIK. Saya kira masyarakat jangan percaya pada iklan-iklan seperti itu, ujarnya.