Jakarta UMKM Abon Jaya Mandiri, yang merupakan binaan PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim), berhasil menembus pasar ekspor dengan mengirimkan 400 bungkus abon tuna ke Filipina.
Pengiriman ini menjadi bagian dari 22.000 produk UMKM Indonesia yang dilepas langsung oleh Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza dan Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda serta Pekerja Seni, Raffi Ahmad.
Komitmen Pupuk Kaltim dalam Mendorong UMKM Naik Kelas
Plt VP TJSL Pupuk Kaltim, Anggono Wijaya, menyampaikan bahwa ekspor ini merupakan bukti nyata komitmen perusahaan dalam memberdayakan sumber daya lokal serta mendukung pengembangan UMKM agar dapat bersaing di pasar global.
Abon Jaya Mandiri telah mendapatkan pendampingan berkelanjutan dari Pupuk Kaltim sehingga mampu menghasilkan produk berkualitas tinggi sesuai standar ekspor.
Usaha ini berfokus pada produksi abon hasil laut dan merupakan bagian dari Koperasi Bina Sukses Bontang (BSB), yang menaungi berbagai UMKM binaan Pupuk Kaltim untuk berorientasi ekspor, jelas Anggono, ditulis Minggu (23/2/2025).
Melalui Koperasi BSB, Pupuk Kaltim terus meningkatkan kualitas dan kapasitas para pelaku UMKM dengan berbagai program pendampingan intensif. Produk yang tergabung dalam koperasi telah melalui proses kurasi ketat dan memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI), menjadikannya layak bersaing di pasar internasional.
Strategi Jangka Panjang untuk Daya Saing Global
Keberhasilan Abon Jaya Mandiri menembus pasar ekspor merupakan bagian dari strategi jangka panjang Pupuk Kaltim dalam meningkatkan daya saing UMKM.
Pendampingan yang diberikan mencakup penguatan manajerial, peningkatan kapasitas produksi, standar pengemasan, hingga pengurusan dokumen ekspor.
Semua dilakukan secara bertahap dan terarah, sehingga abon tuna dengan cita rasa khas Indonesia ini mampu menarik perhatian buyer dari Filipina.
“Pupuk Kaltim ingin UMKM tidak hanya bertahan di pasar lokal, tetapi juga bersaing di tingkat nasional dan internasional. Keberhasilan ekspor Abon Jaya Mandiri membuktikan bahwa dengan pendampingan yang tepat, UMKM lokal bisa naik kelas dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi,” tambah Anggono.