Jakarta Digitalisasi telah mengubah berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk industri pariwisata. Dalam konteks ini, digitalisasi industri pariwisata merujuk pada penggunaan teknologi digital untuk mempromosikan, meningkatkan, dan mengelola destinasi wisata.
Kawasan Geopark Ranah Minang Silokek di Kabupaten Sijunjung memiliki potensi wisata alam yang luar biasa, namun kurangnya digitalisasi aktivitas wisata menjadi salah satu penghambat pengembangan pariwisata berkelanjutan dan promosi pariwisata di kawasan ini.
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mendukung kemajuan ekonomi digital di Indonesia melalui berbagai program strategis sehingga dapat meningkatkan Indeks Masyarakat Digital Indonesia.
Fokus dari program ini adalah untuk mendorong upaya transformasi digital sektor pariwisata melalui kerjasama antara seluruh pemangku kepentingan terkait serta dengan menggandeng industry player yang terlibat di dalam sektor pariwisata. Sijunjung ini merupakan kawasan Geopark Nasional yang memiliki potensi wisata cukup banyak dan berencana akan dimajukan menjadi UNESCO Global Geopark, ujar Hari Purwadi selaku Ketua Tim Transformasi Digital Pendidikan Kesehatan dan Pariwisata Kemenkominfo yang mewakili Direktur Ekonomi Digital Kemenkominfo, Bonifasius Wahyu Pudjianto dikutip Selasa (6/8/2024).
Salah satu bentuk dukungan yang dilaksanakan adalah fasilitasi adopsi teknologi digital untuk perkembangan pada sektor pariwisata. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia di daerah dan mendatangkan wisatawan domestik serta mancanegara menjadi hal yang dibutuhkan oleh masyarakat penggiat pariwisata. Untuk meningkatkan peranan sumber daya manusia dalam pengembangan pariwisata, telah dilaksanakan sebuah program peningkatan kapasitas.Â
Program ini bertujuan untuk membekali penggiat pariwisata daerah dengan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk unggul dalam industri pariwisata. Para penggiat wisata akan mengikuti beberapa pelatihan dengan topik pengembangan produk wisata, penggunaan smartphone untuk foto dan video, hingga manajemen media sosial, setelah itu produk wisatanya akan dimasukkan ke beberapa platform Online Travel Agent (OTA).