Jakarta – Membangun passive income menjadi kebutuhan bagi banyak pekerja yang ingin mencapai kebebasan finansial. Passive income atau pendapatan pasif adalah penghasilan tambahan yang didapat tanpa perlu bekerja secara langsung.
Perencana Keuangan Andy Nugroho menekankan pentingnya memahami kebutuhan finansial sebelum memilih instrumen yang tepat untuk menciptakan pendapatan pasif. Menurut Andy, ada dua pilihan utama dalam membangun passive income: melalui investasi atau membangun bisnis.
Kalau kita mau mendapatkan passive income, ada dua caranya. Pertama melalui produk investasi, kedua dengan membangun bisnis sendiri,” kata Andy kepada www.wmhg.org.
Dalam kategori investasi, Andy merekomendasikan beberapa opsi seperti saham untuk mendapatkan dividen, obligasi dengan kupon tiga bulanan, serta deposito dan emas sebagai bentuk penyimpanan nilai.
“Kalau saham, kita bisa rutin membeli menggunakan strategi dollar cost averaging, sehingga dalam jangka panjang kita tetap mendapat dividen meski sudah tidak bekerja,” ujarnya.
Selain itu, properti juga menjadi pilihan menarik bagi mereka yang ingin mendapatkan passive income melalui sewa rumah, kontrakan, atau kos-kosan. Bahkan tanah kosong bisa jadi passive income kalau disewakan untuk pertanian.
Manfaatkan Jiwa Wirausaha
Namun, bagi mereka yang memiliki jiwa wirausaha, membangun bisnis bisa menjadi opsi lain. Andy mencontohkan misalnya bisnis waralaba, di mana pemilik cukup berinvestasi dan bisnisnya dikelola oleh pihak ketiga.
‘’Atau ikut sistem crowdfunding, di mana kita menaruh modal dan mendapatkan bagi hasil,” ungkapnya.
Andy menegaskan kunci utama dalam membangun passive income adalah memulai sedini mungkin dan memilih instrumen yang sesuai dengan kebutuhan serta kemampuan finansial.