Jakarta – Harga emas naik lebih dari 1% pada perdagangan Jumat didorong penurunan imbal hasil surat utang Amerika Serikat (AS). Investor optimistis penurunan suku bunga Bank Sentral AS akan terjadi di September sehingga menekan Imbal hasil obligasi AS.
Mengutip CNBC, Sabtu (27/7/2024), harga emas di pasar spot naik 1% menjadi USD 2.388,05 per ons, setelah mencapai level terendah sejak 9 Juli pada perdagangan Kamis. Sedangkan untuk harga emas berjangka AS pengiriman Agustus ditutup 1,2% lebih tinggi pada USD 2.381 per ons.
BACA JUGA: Animo Investasi Emas Tinggi, Galeri Ini Buka Cabang Baru di Jakarta
BACA JUGA: Harga Emas Antam Anjlok Parah, Cek Daftarnya Hari Ini 26 Juli 2024
BACA JUGA: Harga Emas Dunia Merosot ke Level Terendah, Saatnya Borong Emas?
Baca Juga
-
Meneropong Harga Emas di Tengah Sentimen Pertemuan The Fed, Naik atau Turun?
-
Investasi Emas atau Dolar AS: Mana yang Lebih Menguntungkan?
-
Harga Emas Antam Naik Rp 10.000 Hari Ini, Nyesel Enggak Beli Kemarin?
Analis pasar Forex.com Fawad Razaqzada menjelaskan, data AS yang beragam tetapi sebagian besar melemah yang keluar pada pekan ini menunjukkan tekanan inflasi dan aktivitas ekonomi memudar.
Data ini membuka jalan lebar bagi Bank Sentral AS untuk memangkas suku bunga dua kali tahun ini, kata dia.
Para pembuat kebijakan Bank Sentral AS pada hari Jumat mendapatkan bukti baru tentang kemajuan dalam perjuangan mereka melawan inflasi, yang memicu ekspektasi bahwa mereka akan menggunakan pertemuan mereka minggu depan untuk mengisyaratkan penurunan suku bunga mulai September.
Suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya peluang untuk memegang emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.
Biro Analisis Ekonomi Departemen Perdagangan AS merilis data bahwa indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) naik 0,1% bulan lalu setelah tidak berubah pada bulan Mei.
Menyusul data tersebut, imbal hasil obligasi 10 tahun acuan turun ke level terendah dalam satu minggu.