Jakarta – Rupiah melemah terhadap dolar AS (USD) pada Senin, 22 Juli 2024 menyusul pencalonan Kamala Harris oleh Partai Demokrat, setelah Joe Biden mengumumkan pengunduran dirinya sebagai capres petahana dalam Pilpres Amerika Serikat 2024.
Nilai tukar rupiah ditutup melemah 29 poin dalam perdagangan Selasa sore (22/7/2024), walaupun sebelumnya sempat melemah 45 poin. Rupiah ditutup turun ke level 16.220 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level 16.191 per dolar AS.
Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang 16.210-16.260, kata Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam keterangan di Jakarta, dikutip Selasa (22/7/2024).
Langkah Biden meningkatkan ketidakpastian mengenai pemilihan presiden mendatang, yang pada gilirannya memperburuk sentimen terhadap pasar yang didorong oleh risiko. Hal ini, ditambah dengan kekhawatiran bahwa potensi kepresidenan Trump juga dapat menyebabkan lebih banyak konflik dengan Tiongkok, membebani mata uang regional, ungkap Ibrahim.
Sementara itu, posisi Donald Trump unggul dalam jajak pendapat dibandingkan Biden dan Harris, menurut data CBS pekan lalu.
Namun, perkiraan para analis menunjukkan kepresidenan Trump berpotensi mendorong inflasi AS lebih tinggi, terutama jika ia melanjutkan dengan pembatasan perdagangan yang lebih ketat dan tarif impor yang lebih tinggi terhadap Tiongkok.
Di sisi lain, Harris juga diperkirakan akan memberikan tantangan yang lebih besar kepada Trump, terutama karena laporan menunjukkan semua ketua partai Demokrat di negara bagian tersebut mendukung Harris.
Penggalangan dana Partai Demokrat juga mencapai USD 50 juta atau sekitar Rp.811,2 miliar setelah Biden mendukung Harris.
Di Asia, Bank Rakyat Tiongkok secara tak terduga memangkas suku bunga acuan pinjamannya untuk lebih melonggarkan kebijakan moneter dan mendukung perekonomian.
Pemangkasan ini terjadi di tengah perjuangan negara itu mengatasi perlambatan pemulihan ekonomi yang menambah tekanan pada Yuan.