wmhg.org – JAKARTA. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada hari ini. Melansir Bloomberg, rupiah di pasar spot naik 0,07% atau Rp 11 ke Rp 16.189 per dolar AS pada perdagangan Senin (5/8).
Sementara di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah juga menguat 0,49% ke posisi Rp 16.154 per dolar AS pada perdagangan Senin (5/8).
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, pada perdagangan Senin (5/8) rupiah dibuka menguat setelah data ketenagakerjaan AS tercatat lebih rendah daripada perkiraan. Data AS ini semakin menguatkan potensi pemotongan suku bunga yang agresif dari Federal Reserve.
Namun, Josua bilang, apresiasi nilai tukar rupiah tertahan akibat arus keluar dari pasar saham domestik. “Keluarnya investor dari pasar saham domestik diakibatkan oleh kekhawatiran investor terhadap perekonomian global dan risiko resesi AS,” kata Josua saat dihubungi Kontan.co.id, Senin (5/8).
Selain itu, dia menyebutkan bahwa pasar saham Asia secara bersamaan mengalami pelemahan akibat kekhawatiran tersebut, dengan Nikkei turun hingga lebih dari 10%.
Kemudian, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sendiri turun 3,40% ke level 7.059,653, sehingga menyebabkan rupiah menguat terbatas pada akhir sesi perdagangan Senin (5/8).
Dengan begitu, Josua memperkirakan rupiah akan cenderung melemah terbatas pada perdagangan Selasa (6/8), sejalan dengan rilis data Institute of Supply Management (ISM) Service AS, yang diperkirakan meningkat, sehingga berpotensi membatasi ekspektasi penurunan suku bunga the Fed.
Sedangkan sentimen dari dalam negeri, Josua bilang yakni ekonomi Indonesia yang berdasarkan PDB atas dasar harga berlaku (ADHB) tercatat cukup baik sebesar Rp 5.536,5 triliun. Sementara atas dasar harga konstan (ADHK) sebesar Rp 3.231 triliun.
“Apabila dilihat dari sumber pertumbuhan pada kuartal II-2024, industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan terbesar,” kata dia.
Josua memproyeksi rupiah akan bergerak di kisaran Rp 16.150 per dolar AS-Rp 16.250 per dolar AS pada Selasa (6/8).