wmhg.org – Di tengah riuhnya arus balik Lebaran 1446 H, Stasiun Gambir tak hanya menjadi saksi pertemuan dan perpisahan.
Di balik hiruk pikuk kereta dan tumpukan koper yang saling berdempetan.
Terselip kisah-kisah kehilangan—dan pertemuan kembali yang mengharukan.
Bukan hanya orang yang berpisah. Tas, dompet, jaket, hingga laptop ikut tertinggal, seakan tak ingin beranjak dari suasana Lebaran.
Namun beruntung, ada tangan-tangan tangguh dari para petugas stasiun yang tak hanya menjaga keamanan, tapi juga menjaga harapan.
Bahwa barang-barang yang hilang bisa kembali ke pelukan pemiliknya.
“Petugas kami terus bersiaga. Setiap barang yang ditemukan, sekecil apa pun itu, akan dicatat dan diamankan,” ujar Muhammad Soleh, Deputi Pengamanan Operasi Kereta Stasiun Gambir, saat ditemui di pos pengamanan.
Suaranya tenang, tapi mata dan geraknya menunjukkan betapa serius mereka menjalankan tugas ini.
Mulai dari toilet, ruang tunggu, hingga rak bagasi di dalam kereta—semuanya bisa jadi tempat ‘bersembunyi’ barang yang terlupa.
Tas dengan dokumen penting, dompet berisi uang tunai, gawai canggih, hingga jaket favorit adik yang terburu-buru turun dari kereta, semuanya pernah ditemukan.